B120news.com- Misteri kematian Hj Mini Dg Jime memasuki tahap krusial. Jenazah almarhumah menjalani ekshumasi dan otopsi hari ini, Sabtu (5/9/2026) di Pekuburan Kalappo, Kelurahan Mangadu, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar.
Ekshumasi dan otopsi dilakukan sebagai bagian dari proses penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematian yang hingga kini masih menjadi perhatian serius keluarga.
Langkah tersebut merupakan bagian dari penanganan perkara yang tercatat dalam Laporan Pengaduan Nomor B/15.A.1/V/2026/Reskrim.
Melalui pemeriksaan forensik, penyidik diharapkan memperoleh temuan medis yang dapat menjelaskan kondisi jenazah sekaligus memberikan petunjuk mengenai penyebab kematian Hj Mini Dg Jime.
Pihak keluarga mengapresiasi langkah Polsek Mangarabombang, Polres Takalar, dan Dokpol Polda Sulsel yang melanjutkan penanganan perkara hingga tahap ekshumasi dan otopsi.
“Kami sudah terlalu lama menunggu kepastian tentang apa yang sebenarnya terjadi pada almarhumah Hj Mini Dg Jime. Bagi keluarga, ini bukan sekadar proses hukum, tetapi menyangkut kebenaran dan keadilan bagi orang yang kami cintai,” ujar pihak keluarga.
Keluarga menegaskan tidak ingin mendahului hasil pemeriksaan maupun menuduh pihak tertentu. Mereka menyerahkan proses tersebut kepada penyidik dan berharap seluruh fakta diungkap berdasarkan hasil pemeriksaan medis serta bukti yang ditemukan.
“Kami tidak ingin menuduh siapa pun dan tidak ingin mendahului hasil penyelidikan. Tetapi kami juga tidak ingin perkara ini berhenti tanpa kejelasan. Kalau memang ada fakta yang selama ini belum terungkap, kami berharap semuanya dapat dibuka berdasarkan hasil pemeriksaan dan bukti yang ada,” katanya.
Menurut RN, proses penanganan perkara tetap berjalan meski dalam perjalanannya menghadapi sejumlah kendala dan rintangan.
Karena itu, keluarga berharap setiap tahapan pemeriksaan dilakukan secara profesional, transparan, objektif, dan menyeluruh.
“Kami berharap pemeriksaan ini benar-benar dilakukan secara objektif dan hasilnya dapat menjawab pertanyaan yang selama ini ada di tengah keluarga. Kami hanya ingin mengetahui kebenaran tentang penyebab kematian almarhumah,” tegasnya.
Kini, hasil ekshumasi dan otopsi menjadi hal yang paling dinantikan keluarga. Temuan forensik tersebut diharapkan dapat memberikan titik terang sekaligus menjadi dasar bagi penyidik dalam menentukan arah penanganan perkara selanjutnya.
“Kami akan menghormati seluruh tahapan yang dilakukan aparat penegak hukum. Namun kami berharap penantian keluarga ini berujung pada kepastian, bukan kembali menjadi tanda tanya,” pungkasnya.
Editor: Darwis












