Pengeroyokan Pelajar di Makassar, 2 Korban Dipukul Pakai Kunci Motor

B120news.com– Dua pelajar menjadi korban penganiayaan saat nongkrong di Kompleks Tabaria, Blok G, Kota Makassar.

Kasus dugaan pengeroyokan tersebut kini resmi dilaporkan ke Polrestabes Makassar.

Peristiwa ini bermula saat MZ (15) baru saja pulang sekolah pada Kamis (5/11/2026). Sebelum menuju ke lokasi, ia sempat membeli es teh madu.

MZ kemudian duduk santai bersama teman-teman sekelasnya di bawah pohon dekat lapangan bola Kompleks Tabaria.

Tak lama berselang, suasana mendadak berubah ketika sekitar 10 sepeda motor yang ditumpangi rombongan remaja datang mengepung lokasi.

Para remaja tersebut datang berboncengan tiga hingga empat orang dalam satu motor. Rombongan itu langsung menghampiri dan mengerumuni MZ.

Salah satu pelaku sempat menanyakan sesuatu kepada MZ. Namun, secara tiba-tiba, pelaku lainnya langsung memukul MZ dari arah belakang.

“Saya awalnya hanya duduk bersama teman-teman. Tiba-tiba mereka datang sekitar 10 motor dan langsung mengerumuni saya. Ada yang bertanya, tetapi tiba-tiba salah seorang dari mereka langsung memukul saya dari belakang,” ungkap MZ kepada wartawan pada Kamis (5/11/2026).

Saat berbalik, MZ langsung dihajar secara bersamaan oleh sejumlah orang.

Salah satu pelaku diduga menggunakan kunci motor untuk memukul pipi kanan MZ hingga mengalami luka berlubang.

“Saya dipukul menggunakan kunci motor di bagian pipi kanan. Saat saya mau lari, saya ditendang sampai jatuh. Setelah berdiri, motor saya juga ditendang lagi. Karena takut dan tidak bisa melawan, saya langsung lari ke sekolah,” tuturnya.

Tak hanya MZ, sepupunya yang berinisial MF (14) juga ikut menjadi korban pemukulan menggunakan kunci motor pada bagian telinga sebelah kiri.

Orang tua korban, Amir Kadir, mendatangi Polrestabes Makassar untuk melaporkan peristiwa tersebut.

Laporan resmi tercatat dengan nomor LP/B/2904/XI/2026/SPKT/Polrestabes Makassar/Polda Sulsel.

Amir mengaku sangat prihatin atas insiden kekerasan yang menimpa anak dan keponakannya tersebut.

“Sebagai orang tua, tentu saya sangat prihatin. Anak saya masih berusia 15 tahun, sementara sepupunya juga baru 14 tahun. Mereka seharusnya bisa beraktivitas dengan aman, bukan justru menjadi korban kekerasan,” ungkap Amir Kadir.

Pihak keluarga berharap aparat kepolisian segera mengidentifikasi dan menangkap seluruh pelaku yang diduga berasal dari SMP Negeri 26 Makassar.

“Kami berharap polisi segera menindaklanjuti laporan ini, mengungkap siapa saja yang terlibat, dan memberikan keadilan bagi anak-anak kami,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polrestabes Makassar maupun SMP Negeri 26 Makassar terkait dugaan kasus pengeroyokan tersebut.

Editor : Darwis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *