Kelebihan Bayar Belanja Modal Disdik Kolut Jadi Catatan BPK, Proses Belum Rampung

Sorot34 Dilihat

B120news.com– Federasi Rakyat Indonesia (FRI) menyoroti serius dugaan kelebihan pembayaran pada enam paket kegiatan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdik) Kabupaten Kolaka Utara Tahun Anggaran 2023.

Sorotan ini merujuk pada hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia dalam Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2023.

Dalam laporan tersebut, tercatat adanya kelebihan pembayaran pada belanja modal gedung dan bangunan dengan nilai mencapai Rp72.640.210,76.

Ketua Umum FRI, Sulla, menyebut temuan BPK itu sebagai indikasi penting yang harus segera ditindaklanjuti oleh pihak terkait.

“Kami menemukan adanya kelebihan pembayaran pada enam paket kegiatan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kolaka Utara Tahun Anggaran 2023 sebagaimana tercantum dalam hasil pemeriksaan BPK,” ujar Sulla. Selasa (7/4/2026)

Ia menambahkan, berdasarkan Rekomendasi BPK Semester I Tahun 2024, tindak lanjut atas temuan tersebut hingga kini belum sepenuhnya sesuai.

Bahkan, proses pengembalian atau penyetoran atas kelebihan pembayaran itu masih dalam tahap tindak lanjut dan belum direalisasikan secara penuh.

FRI menilai kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah, menurut mereka, merupakan hal mutlak untuk menjaga kepercayaan publik.

“Dengan adanya temuan ini, kami menduga terdapat potensi penyimpangan yang perlu didalami lebih lanjut. Namun, kami tetap menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk melakukan klarifikasi dan penyelidikan secara profesional,” tegas Sulla.

FRI juga mendesak aparat penegak hukum agar segera mengambil langkah strategis guna memastikan ada atau tidaknya unsur pelanggaran hukum dalam pelaksanaan enam paket kegiatan tersebut.

Di sisi lain, perhatian publik turut mengarah pada pejabat yang menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan pada periode tersebut, yang kini menduduki posisi strategis sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Kolaka Utara.

Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, yang bersangkutan memberikan tanggapan singkat, “Kasih APH, biar mereka yang pahami,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Sulla menegaskan bahwa kritik yang disampaikan merupakan bentuk kepedulian terhadap daerah.

“Yang mencintai Kolaka Utara bukan hanya mereka yang berseragam dan berpangkat. Ada anak-anak muda yang mencintai daerah ini dengan cara berbeda, salah satunya melalui kritik yang lantang. Itu adalah bentuk cinta yang paling jujur untuk mendorong Kolaka Utara menjadi lebih baik dan sejahtera,” tutupnya.

Editor : Darwis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *