Jerit Kesakitan Tak Digubris, Puskesmas Rarowatu “Mati” Saat Nyawa Dipertaruhkan

Daerah39 Dilihat

B120news.com- Warga Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, dibuat kecewa dengan pelayanan Puskesmas Rarowatu setelah seorang korban tabrak lari bernama Rian tidak segera mendapatkan pertolongan medis.

Akibatnya, pihak keluarga terpaksa membawa korban ke rumah sakit karena petugas puskesmas tak kunjung memberikan penanganan.

“Kakakku korban tabrak lari, kakinya dan bahunya patah. Harus segera ditangani,” ujar Rista, kakak korban, Jumat (3/4/2026).

Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Kamis (2/4/2026) di depan rumah korban di Desa Pangkuri, Kecamatan Rarowatu.

Melihat kondisi Rian yang mengalami luka serius, keluarga langsung menghubungi Puskesmas Rarowatu untuk meminta bantuan medis. Sebelum berangkat, mereka telah berkoordinasi dengan petugas kesehatan.

“Kami telepon bidan dulu, katanya nanti ada perawat yang akan datang kalau kami bawa ke puskesmas,” ungkap Rista.

Namun, setibanya di puskesmas sekitar pukul 07.30 Wita, keluarga justru tidak menemukan satu pun tenaga medis yang siap memberikan pertolongan.

Meski telah beberapa kali mencoba menghubungi petugas, keluarga hanya mendapat informasi bahwa seluruh perawat sedang sibuk.

Merasa kecewa dan khawatir dengan kondisi korban, keluarga akhirnya memutuskan membawa Rian ke rumah sakit yang berjarak sekitar satu jam dari lokasi puskesmas.

Sebelum meninggalkan lokasi, keluarga sempat merekam video yang memperlihatkan kondisi puskesmas tanpa kehadiran tenaga medis. Video tersebut kemudian viral di media sosial.

Dalam rekaman itu, terlihat korban terbaring di ranjang tanpa penanganan, sementara keluarga berupaya mencari petugas dengan memeriksa sejumlah ruangan, namun tidak menemukan siapa pun yang berjaga.

Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Puskesmas Rarowatu, Asti Purnama, menjelaskan bahwa saat korban datang, petugas memang belum mulai bertugas.

“Jam pelayanan kami mulai pukul 08.00 sampai 14.00 Wita. Saat petugas datang, pasien sudah tidak berada di puskesmas,” jelasnya.

Asti juga menambahkan bahwa Puskesmas Rarowatu bukan fasilitas rawat inap, sehingga tenaga medis tidak diwajibkan berjaga selama 24 jam.

Meski demikian, pihaknya berjanji akan melakukan evaluasi atas insiden tersebut.

Editor : Darwis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *