B120news.com- Sebuas-buasnya buaya, ia masih tahu siapa darah dagingnya. Berbeda dengan IL, pria di Kendari ini justru menunjukkan perilaku yang lebih rendah dari hewan.
Selama tiga tahun, ia menyekap masa depan anaknya dengan ancaman fisik, hanya karena ia merasa tidak mendapatkan “jatah” yang cukup dari istrinya.
Aksi predator ini telah berlangsung sejak korban masih duduk di bangku kelas 5 SD hingga kini menginjak kelas 2 SMP.
“Iya benar korban diduga disetubuhi pelaku yang merupakan ayah kandungnya,” kata Kasatreskrim Polresta Kendari Kompol Welliwanto Malau, Jumat (17/7/2026).
Pelaku diringkus polisi di kediamannya pada Kamis (16/7/2026) sekitar pukul 23.00 Wita.
Kedok IL terbongkar setelah korban tidak lagi tahan memendam trauma dan memberanikan diri mengadu kepada ibunya.
“Korban memberitahu kepada ibunya dan ibunya langsung melaporkan ke polisi,” beber Welli.
Selama tiga tahun, korban hidup dalam teror. IL kerap membungkam anaknya dengan ancaman kekerasan fisik agar aksinya tidak tercium oleh orang lain.
“Jadi korban ini sering diancam mau dipukuli kalau berani menolak dan memberi tahu orang lain,” ujarnya.
Dalam pemeriksaan, IL memberikan pengakuan yang tidak masuk akal. Ia berdalih melakukan perbuatan itu karena kebutuhan seksualnya jarang dipenuhi oleh sang istri.
“Pelaku juga mengakui melakukan perbuatannya setiap kali keinginannya untuk berhubungan badan dengan istrinya ditolak,” tegasnya.
Saat ini, IL telah mendekam di balik jeruji besi Polresta Kendari. Ia masih menjalani pemeriksaan intensif untuk mempertanggungjawabkan perbuatan biadabnya.
“Pelaku sudah kami amankan dan masih dilakukan pemeriksaan,” pungkasnya.
Editor : Darwis








