B120news.com- Dugaan penyalahgunaan sistem barcode dalam penyaluran BBM bersubsidi di SPBU 74.922.03 Kalukuang, Kabupaten Takalar, menjadi sorotan.
Federasi Rakyat Indonesia (FRI) mendesak BPH Migas, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, dan Polres Takalar segera turun tangan melakukan penyelidikan secara menyeluruh.
Desakan tersebut menyusul beredarnya informasi di tengah masyarakat mengenai dugaan penyaluran BBM bersubsidi yang tidak sesuai dengan ketentuan.
Berdasarkan informasi yang diterima FRI, sebuah mobil Toyota Innova berinisial LJ diduga rutin melakukan pengisian BBM bersubsidi hingga 16 jeriken setiap hari.
BBM bersubsidi tersebut juga diduga diperjualbelikan kembali kepada pihak industri.
Namun demikian, seluruh informasi tersebut masih bersifat dugaan dan harus dibuktikan melalui penyelidikan serta pemeriksaan resmi oleh instansi yang berwenang.
FRI meminta BPH Migas segera mengaudit penggunaan barcode, memeriksa rekaman CCTV, serta menelusuri mekanisme distribusi dan pengawasan BBM bersubsidi di SPBU tersebut.
Audit dinilai penting untuk memastikan subsidi pemerintah benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.
Selain itu, FRI juga mendesak Polres Takalar segera melakukan penyelidikan atas dugaan tersebut dengan memeriksa seluruh pihak yang berkaitan.
Jika ditemukan adanya pelanggaran, organisasi itu meminta penegakan hukum dilakukan secara tegas tanpa pandang bulu.
FRI menegaskan akan menggelar aksi unjuk rasa secara damai apabila tidak ada langkah konkret dari BPH Migas, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, maupun Polres Takalar dalam menindaklanjuti dugaan tersebut.
Menurut FRI, pengawasan yang ketat terhadap distribusi BBM bersubsidi menjadi keharusan agar program subsidi pemerintah tidak disalahgunakan dan tetap tepat sasaran.
(Tompo)













