Isu Anggaran MTQ Maros Mendidih, LANTIK Siap Turun Tanpa Kompromi

Sorot50 Dilihat

B120news.com– Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Anti Korupsi (DPP LANTIK) menyatakan tetap akan menggelar aksi unjuk rasa terkait dugaan penyalahgunaan anggaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) di Kabupaten Maros.

Sekretaris Jenderal DPP LANTIK, Yhoka, mengatakan pihaknya tetap menghormati pelaksanaan MTQ yang saat ini sedang berlangsung.

Menurutnya, jadwal aksi akan disesuaikan sebagai bentuk penghormatan terhadap agenda keagamaan tersebut.

“Pada prinsipnya kami tetap menghargai kegiatan MTQ yang sedang berjalan. Namun, upaya mendorong transparansi dan akuntabilitas anggaran tidak boleh berhenti. Jadwal aksi akan kami sesuaikan, tetapi proses hukum harus tetap berjalan,” ujar Yhoka.

DPP LANTIK menyoroti dugaan ketidaktransparanan dalam pengelolaan anggaran MTQ.

Hingga kini, menurut mereka, belum ada penjelasan rinci kepada publik mengenai total anggaran yang digunakan serta peruntukannya.

Selain itu, keterlibatan pihak Event Organizer (EO) dalam pelaksanaan MTQ juga menjadi perhatian.

LANTIK meminta seluruh pihak yang terlibat, termasuk EO, diperiksa secara menyeluruh untuk memastikan tidak adanya potensi kerugian negara.

“Kami meminta dilakukan audit secara menyeluruh terhadap seluruh rangkaian kegiatan MTQ, termasuk penggunaan jasa Event Organizer. Semua harus disampaikan secara terbuka kepada publik,” kata Yhoka.

Ia menegaskan, pihaknya akan terus mengawal proses hukum apabila ditemukan indikasi adanya kerugian negara.

“Selama masih ada dugaan yang berpotensi merugikan negara, kami akan terus mengawal. Ini merupakan bentuk komitmen terhadap pemberantasan korupsi,” ujarnya.

DPP LANTIK juga mendesak aparat penegak hukum dan lembaga terkait untuk segera melakukan penyelidikan serta audit secara transparan, guna menjaga kepercayaan publik dan memastikan penggunaan anggaran daerah sesuai peruntukannya.

Kasus ini diperkirakan akan terus menjadi perhatian publik di tengah pelaksanaan MTQ yang diharapkan menjadi momentum syiar keagamaan.

Editor : Darwis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya