B120news.com– Sirene peringatan serangan udara dibunyikan di Kuwait dan Bahrain, waktu setempat setelah Iran melancarkan serangan balasan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di kedua negara tersebut. Seperti dilansir AFP, Kamis (9/7/2026)
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah menyerang pangkalan AS di Arifjan dan Ali Al Salem di Kuwait, serta pangkalan Juffair dan Sheikh Isa di Bahrain menggunakan rudal dan drone.
Pernyataan itu disiarkan melalui televisi pemerintah Iran, IRIB.
IRGC menyebut serangan tersebut menargetkan “infrastruktur dan fasilitas utama” sebagai respons atas serangan terbaru AS terhadap Iran.
Teheran juga memperingatkan bahwa serangan akan diperluas ke pangkalan AS lainnya di kawasan Teluk jika Washington kembali melancarkan serangan.
Di Kuwait, kantor berita KUNA melaporkan sirene peringatan serangan udara diaktifkan di seluruh wilayah negara itu.
Militer Kuwait menyatakan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat rudal dan drone yang masuk sehingga memicu sejumlah ledakan.
“Setiap ledakan yang terdengar merupakan akibat dari sistem pertahanan udara yang mencegat serangan-serangan bermusuhan,” demikian pernyataan Staf Umum Militer Kuwait melalui media sosial X.
Pihak militer tidak menjelaskan siapa pelaku serangan tersebut.
Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri Bahrain juga mengonfirmasi bahwa sirene peringatan udara dibunyikan di seluruh negeri.
“Sirene telah dibunyikan. Warga dan penduduk diimbau untuk tetap tenang dan menuju ke tempat aman terdekat,” demikian pernyataan kementerian melalui media sosial.
Sebelumnya, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan telah menyerang sedikitnya 90 target militer Iran pada Rabu (8/7) malam waktu Teheran.
Serangan itu disebut sebagai bagian dari upaya melemahkan kemampuan Iran mengancam pelayaran di Selat Hormuz.
Menurut CENTCOM, sasaran serangan meliputi sistem pertahanan udara, aset pengintaian pesisir, lokasi penyimpanan rudal dan drone, kemampuan angkatan laut, serta infrastruktur logistik militer di sepanjang pesisir Iran.
Editor : Darwis













