B120news.com-Aktivitas pengangkut jeriken atau pagandeng terpantau ramai di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 74.922.43 Kalampa, Kelurahan Kalabbirang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.
Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah pengangkut jeriken terlihat mondar-mandir di area SPBU.
Kondisi tersebut menimbulkan keresahan warga, terutama di tengah keluhan mengenai sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Solar.
Seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengaku aktivitas tersebut telah berlangsung dalam beberapa hari terakhir dan dinilai berpotensi mengganggu akses masyarakat terhadap BBM.
“Sudah beberapa hari terakhir BBM Pertalite dan Solar langka. Kondisi ini jelas merugikan pengguna jalan yang membutuhkan BBM sesuai aturan,” ujarnya. Sabtu (15/8/2026)
Warga mempertanyakan pola pembelian BBM menggunakan jeriken tersebut, khususnya apabila dilakukan secara berulang dalam jumlah tertentu.
Namun, apakah aktivitas tersebut melanggar ketentuan distribusi BBM bersubsidi masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan dan penelusuran pihak berwenang.
Kondisi ini juga menjadi perhatian karena sebelumnya telah muncul pemberitaan mengenai dugaan pengambilan dan penimbunan BBM bersubsidi menggunakan jeriken di sejumlah wilayah Takalar.
Namun, temuan atau pemberitaan sebelumnya tersebut tidak serta-merta membuktikan adanya pelanggaran di SPBU 74.922.43 Kalampa.
Atas kondisi tersebut, masyarakat mendesak Aparat Penegak Hukum (APH), pemerintah daerah, serta pihak Pertamina melakukan pengawasan terhadap aktivitas pembelian BBM di SPBU tersebut.
“Kami berharap APH tidak hanya melakukan imbauan, tetapi juga tindakan tegas jika memang ditemukan pelanggaran. Ini sudah berlangsung lama dan makin terlihat jelas,” tegas sumber tersebut.
Ia juga meminta pihak terkait memastikan distribusi BBM bersubsidi tetap tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang mencari keuntungan dengan cara yang melanggar ketentuan.
“Kami mohon pemerintah daerah, Pertamina, dan aparat keamanan segera mengambil langkah agar distribusi BBM kembali normal dan tidak dimanfaatkan oleh oknum yang bermain di balik pembelian solar ilegal,” katanya.
Sampai berita ini di Publikasikan pihak terkait belum bisa di temui.
Bersambung..
Editor : Darwis







